Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi
Maha Mengasihani. Hati ini mengambil sedikit masa untuk menulis sesuatu untuk
kalian. Memaksa hati untuk menyingkap semula semua lembaran kenangan yang
pernah kita cipta bersama. Jujur, bukan semua kenangan yang kita cipta itu indah belaka. Namun mungkin ada yang
culas dalam mencipta kenangan sehinggakan tanpa sedar kenangan yang pahit juga
turut tercipta.
2009. Bermulalah ikatan ukhuwah
kita. Tahun itu menjadi titik permulaan perkenalan saya dengan kalian.
“Assalamualaikum nama saya Abdullah”
“Salam perkenalan”
Kita semua berbeza. Makannya,
pakainya, cara berfikirnya. Kamu makan budu, saya tak makan budu. Dia suka
makan ayam dan kamu suka makan tempe. Selera kita berbeza. Namun ia bukanlah sesuatu yang menjadi
penghalang untuk kita terus bersama. Antara saya dan kalian semua, ada yang
sama. Iman. Saya pencari ilmu, dan kamu juga pemburu ilmu, Saya hamba, kamu
juga si penamba Cinta. Allah matlamat saya, juga matlamat kamu, Rasullullah
idola pertama saya, juga pujaan hati kamu dan yang paling pasti saya mengejar syurga, kalian turut mengejar sama. Allah
membuatkan kita sama.
Temanku,
Kita bagaikan keluarga. Bila seorang
sakit, habis semua merasainya. Bila ada yang berduka, semua ingin meminjamkan
bahunya. Bila ada yang payah, masing-masing antara kita tidak jemu memudahkan
urusannya. Kalian HEBAT!! Kita bagaikan satu bulatan.Bulatan gembira.
Barangkali. Bulatan yang saling perlu memerlukan. Putus satu ikatan, pincanglah
kegembiraan. Berukhuwah bersama kalian adalah sesuatu anugerah dari Illahi.
Demi Allah, hati ini membuat 1001 persiapan awal untuk melalui hari-hari
terakhir kita dahulu. Sujudku setiap hari memohon kepada Allah supaya air mata
ini tidak mudah mengalir mengakhiri setiap apa yang pernah kita ciptakan. Namun
, ia fitrah. Bila ada perpisahan, ada kesedihan. Saat kalian melambai kasih
meninggalkan 1001 kenangan yang kita pernah dicipta, doaku dalam hati
“Allah, tolong buatkan aku sebuah tembok yang besar supaya air mata ini tidak
mudah mengalir”. Namun, ia tetap mengalir. Air mata inilah adalah satu mutiara
yang meriwayatkan bukti sebuah cinta, kasih dan sayang yang pernah kita cipta
bersama dahulu. Kalau ia mampu berkata:
“Wahai cinta..Wahai kasih..Wahai
sayang..pergilah..pergilah mengejar impian kalian. Pergilah..biar jauh kalian
sudah berlari mengejar impian, jangan lupa akan ukhuwah ini ye..”
Namun, Bila memikirkan kenangan
pahit yang mungkin tersalah cipta, termenung sendiri. Masakan perkara sepahit itu boleh
dicipta. Bagi hati ini, ia perkara yang sangat payah. Payah bagi si pencipta
dan payah juga bagi si penerima. Pahit itu sakit. Kadang-kadang, bila teringat sendiri, kenangan
pahit itu boleh tercipta hanya dengan duduk seorang diri. Memikirkan sesuatu
yang tidak patut difikirkan oleh akal, dan mudah bersangka buruk dengan manusia
mengundang kenangan pahit itu dicipta. Allah, walaupun ia pahit, jadikanlah ia
manis dihujungnya.
^_^
Untuk sahabat muslimat, mungkin kita
lebih mengenali. Mungkin kita lebih memahami. Bersama-sama makan, solat, belajar, buat essaimen.
Berbasikal. Banyak. Terlalu banyak yang kita lakukan bersama. Sehinggakan tidak
mampu untukku zahirkannya disini. Untuk sahabat muslimin, cukuplah sekadar aku
mengenali kalian. Mungkin nama kalian, asal kalian. Jika ditanya nama kalian
seorang demi seorang, Insya Allah mungkin aku boleh mengingatinya. Cukuplah
sekadar itu. Tetapi apa yang sama antara kalian semua, Sahabatku. Kalian sahabat seperjuangaku. Doaku dalam solat untuk kalian sama. Tidak lupa
untuk meminta dari Allah supaya
perjalanan sahabatku semua dalam mengejar impian lancar, mudah dan
diberkati.
Sahabatku,
Apa yang kita lakukan bersama, hati
ini tahu ia semata-mata hanya untuk mengejar syurga. Menggapai redha. Masakan tanpa izin Allah
kita bertemu. Dengan sekuntum senyuman dan sebuah salam, ukhuwah yang kita bina
ini seluas lautan yang tidak bertepi. Ukhuwah yang terbina dengan izin Allah, terbina dari seluruh kenangan yang manis dan pahit. Ukhuwah kerana Allah. semata-mata Allah. Allah, Kau campakkan rasa kasih dan sayang di antara kami dengan tujuan supaya kami mencintai Kamu. Hati ini mengharapkan sesuatu dari
kalian. Janganlah mensia-siakan ukhuwah yang kita bina ini. Bersusah payah kita
binakannya, dan janji pada diri jangan sesekali ingin meruntuhkannya.Janji ye..:)
Terima kasih Sahabat. Terima kasih
di atas ukhuwah ini.
..:: 2009-2012 : Insya Allah, kalian tetap dalam setiap bisikan doaku. Terima kasih atas segalanya::..
Wassalam
Pen off





















No comments:
Post a Comment
~Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai~